Selasa, 01 Juni 2010

Konsep Dasar pada SIM

KONSEP DASAR SISTEM

Suatu system dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variable yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Teori system secara umun pertama kali diuraikan oleh Kenneth boulding terutama menekan pentingnya perhatian terhadap setiap bagian yang membentuk sebuah system. Kecendrungan manusia yang mendapat tugas memimpi suatu organisasi adalah terlalu memusatkan perhatian pada salah satu komponen saja dari system organisasi.

Teori system mengatakan bahwa setiap unsur pembentuk organisasi adalah penting dan harus mendapat perhatian yang utuh supaya manajer dapat bertindak lebih efektif. Yang dimaksud unsure atau komponen pembentuk organisasi disini bukan hanya bagian bagian yang tampak secara fisik, tetapi juga hal hal yang mungkin bersifat abstrak atau konseptual seperti misi, perkerjaan, kegiatan, kelompok informal, dan lain sebagainya. Unsur unsur yang mewakili suatu system secara umum adalah masukan (input), pengolahan (processing), dan keluaran (output). Suatu system senantiasa tidak lepas dari lingkungan sekitarnya, maka unpan balik (feed-back) dapat berasal dari output, juga bias berasal dari lingkungan system yang dimaksud.

Pengunsuran system atas subsystem adalah sebuah tindakan penting dalam menyederkanakan perancangan system. Penggunaan system biasanya membutuhkan beberapa mekanisme pemisah untuk mengurangi kerumitan koordinasi dan komunikasi. Rancangan system diterapkan dalam tahapan teratur pada analisis system dan pada manajamen proyek. Konsep konsep system juga mempunyai penerapan langsung pada perancangan system infirmasi.

0 komentar:

Poskan Komentar